AMANAT

Indahnya kehidupan dunia kadangkala membuat kita terpesona, terbuai dan tercengang sehingga tanpa terasa ia telah memotivasi kita untuk melakukan hal-hal yang bernilai tinggi dalam kehidupan kita.  Berbagai keindahan tersebut merupakan bukti kasih sayang yang telah Allah curahkan kepada semua makhluk khususnya manusia yang dengannya diharapkan mereka bisa menjalankan kehidupan dengan baik yang pada akhirnya akan tercipta keseimbangan antara mereka dan alam sekitarnya.  

Indahnya kehidupan dunia selain berfungsi sebagai penyemangat hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari, juga berfungsi sebagai teacher  yang menyuguhkan ilmu pengetahuan yang akan melahirkan berbagai penemuan yang nantinya akan mengantarkan kepada penghambaan akan kemahabesaran sang Pencipta.

Namun, meskipun demikian akhir-akhir ini banyak kita melihat berbagai fenomena yang sangat kontradiktif dengan sifat alami alam tersebut. Alam yang dulunya indah dan bersahabat kini seakan-akan murka. Kebakaran, kebanjiran, global warming serta tercemarnya lingkungan seakan-akan telah menjadi pemandangan sehari-hari. Benarkah semua ini terjadi karena kebencian mereka kepada tangan-tangan jahil yang hanya bisa mengambil serta merampas apa yang mereka miliki tanpa ada rasa tanggungjawab? Atau semua ini hanya ujian yang Allah berikan kepada kita selaku khalifah-Nya untuk menaikkan derajat keimanan kita?

Kita telah dikarunai akal untuk memikirkan hal itu. Manusia yang dibekali dengan akalnya telah diberikan otoritas penuh oleh Allah untuk mengatur dan menata kehidupan di dunia agar tercipta nuansa harmonis dan saling cinta antara mereka dengan alam sekitarnya. Allah mempercayakan mereka sebagai khalifah-Nya karena Beliau melihat kesanggupan dan rasa tanggung jawab mereka untuk memikul amanat besar ini. Saking besarnya amanat tersebut, langit, bumi dan gunung pun tidak sanggup untuk memikulnya, sebagaimana firman Allah swt,

Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (QS.Al-Ahzab: 72)

Berlangsungnya kehidupan di dunia yang dipenuhi dengan keharmonisan dan rasa saling cinta antara manusia dan alam sekitarnya merupakan substansi dari apa yang telah Allah amanahkan kepada manusia. Dan konsekuensi dari hal tersebut adalah pertangung jawaban kita kepada Allah atas apa yang telah kita lakukan terhadap titipan tersebut. Karena kita tahu bahwa apa yang telah Allah limpahkan dan berikan kepada hamba-Nya adalah sesuatu yang baik, apalagi kita telah menjadi makhluk pilihan yang telah dipercayakan untuk mengemban amanat-Nya yang maha dahsyat ini. Tetapi meskipun demikian semuanya Allah serahkan kepada kita untuk memilih dan mengambil jalan mana yang hendak kita lalui, menjaga amanat Allah atau sebaliknya.     

 Nama                    : Ahmad Syarif H

TTL                         : Payabenua, 16 Mei 1985

Alamat                  : Ponpes Darussunnah

Jl. SD Inpres No. 11, Pisangan Barat, Ciputat.

Tangerang- Banten

Pekerjaan           : Mahasiwa

No. Contact        : 0813-16818787

No. Rekening     : BNI cabang UIN Jakarta, NO. 0095826059

   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s